Kawasan Celuk Pulau Bali

Kawasan Celuk yang terletak di dekat Pasar Sukawati memang terkenal sebagai sentra perak khas Bali. Warna-warni batu mulia yang bertaburan dalam liukan desain khas seniman perak Bali membuat perak Celuk disukai wisatawan mancanegara maupun lokal.

CELUK
Lekuk 3 Dimensi dalam Perak Bali

Bila berbicara mengenai kerajinan perak yang ada di Indonesia pastilah nama Celuk di Bali dan Kotagede di Yogyakarta akan langsung terngiang di kepala. Sebagai sentra penghasil perak, kawasan Celuk dan Kotagede sama-sama memiliki pengrajin dan art-shop yang dapat dengan mudah ditemui di sudut-sudut jalan. Kedua kawasan ini juga selalu ada di itinerary wisatawan yang berkunjung. Walaupun sama-sama terkenal dan memiliki penggemar setia, perak Celuk dan Kotagede memiliki banyak perbedaan. Perak Celuk cenderung lebih tebal dan permainan motif terlihat jelas sehingga membentuk karakter 3 dimensi yang lebih solid. Sedangkan perak Jogja yang menggunakan teknik filigree atau trap cenderung lebih tipis karena teknik ini bermain ketelitian pengukiran dengan membuat benang-benang dari logam supaya kerangka desain lebih terlihat bersambungan.

Kawasan Celuk yang berada di jalan utama dari Denpasar ke Gianyar sudah dikenal sejak tahun 1976. Kala itu hanya ada 3 pengrajin perak yang menjadi pionir: Sandiyasa, Sura dan Semadi. Perkembangan wisata Bali yang menanjak menjadi sebuah peluang bagi penduduk setempat. Mereka memajang kerajinan perak di pinggir jalan supaya wisatawan yang melewati Celuk mampir lalu berbelanja. Keunikan dan desain perak yang khas membuat perak-perak Celuk diburu wisatawan yang datang ke Bali. Hingga saat ini, hampir setiap hari selalu ada rombongan wisatawan yang datang ke Celuk, baik untuk berbelanja maupun melihat bagaimana proses pembuatan perak.

Pengrajin Perak
Pengrajin Perak

Salah satu toko yang menghadirkan proses pembuatan perak adalah Sari Dewi Gold and Silver (0361) 294 681, (0361) 298 155. Begitu memasuki salah satu galeri besar yang ada di Celuk ini kita akan disambut dengan pemandangan kegiatan para staf yang sedang membuat perak. Proses pembuatannya pun cukup sederhana. Pemanasan bahan perak dan tembaga dengan api supaya tercampur merupakan tahap pertama. Bahan-bahan yang didatangkan dari Jawa dan Kalimantan dicampur lalu dipotong sesuai keperluan dan dibentuk sesuai desain. Pemberian aksesoris seperti bola-bola perak kecil, mata, ataupun batu mulia menjadi pemanis setelah bahan-bahan tersebut terbentuk. Proses tersebut kemudian beralih ke penghalusan bahan kemudian bahan itu dibersihkan dengan asam jawa yang lalu direndam dengan air garam yang mendidih. Pemolesan perhiasan tersebut menjadi tahap akhir dari proses pembuatan perak.

Puas menyaksikan proses pembuatan kerajinan perak, kita akan dipersilahkan masuk ke dalam toko. Sayangnya pengambilan gambar tidak boleh dilakukan di dalam toko. Hal ini dilakukan supaya tidak ada plagiarisme desain dan model. Harga perhiasan yang dijual di galeri ini berkisar antara ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah, tergantung dari desain dan jenis perhiasan. Macam-macam perhiasan seperti gelang, kalung, dan anting-anting memiliki desain yang unik, bentuknya tebal dan batu mulia yang menghiasinya terlihat indah. Toko ini juga menyediakan diskon khusus bagi wisatawan lokal. Misalnya anting-anting yang bertahtakan Moon Stone turun harga dari 120 USD hingga Rp 500.000 untuk pengunjung yang datang dari Yogyakarta.

Galeri-galeri perak Celuk ternyata tidak hanya terdapat di sepanjang Jl. Raya Celuk. Salah satu galeri yang terletak di gang-gang kecil kawasan Celuk adalah Sutrisna Silver yang berada di Jl. Jagaraga. Galeri kecil yang berdiri sejak tahun 1980 ini hanya menjadi tempat penitipan penjualan perak yang dikerjakan oleh seniman-seniman Celuk. Harga perhiasannya lebih murah. Anting-anting bertahtakan Moon Stone dihargai Rp 25.000. Selain itu, terdapat pula liontin dengan desain kupu-kupu bertahtahkan batu kemerlap yang sangat manis yang dijual seharga Rp 135.000. Harganya yang murah menjadi alternatif bagi wisatawan dengan budget terbatas. Souvenir Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *